Selamat Datang di Official Web SMA AL HIKMAH MUNCAR

Rencana Kerja Sekolah (RKS)

 BAB I

PENDAHULUAN

 

A.    Latar belakang

Salah satu  kebijakan pemerintah dalam bidang pendidikan adalah peningkatan  kualitas Sumber Daya Manusia dan mengembangkan otonomi Sekolah Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) merupakan salah satu cara untuk mewujudkan  kebijakan tersebut. Perencanaan Sekolah merupakan aspek kunci MBS. Hanya melalui perencanaan yang efektif, mutu peserta didik akan dapat ditingkatkan dan kewajiban untuk menuntaskan wajib belajar 9 tahun dapat tercapai , terutama untuk anak didik yang kurang mampu secara ekonomis. Sedangkan wahana untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia ( SDM) tersebut adalah pendidikan yang berkualitas.

Salah satu, manajemen yang harus tepat adalah manajemen keuangan yang menyangkut perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan pelaporan. Perencanaan dituangkan dalam bentuk Program Kerja Sekolah yang di dalamnya memuat Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM), Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah, dan Rencana Kerja Tahunan.

Rencana Kerja ini disusun untuk berdasar pada hasil Evaluasi Diri Sekolah dan dibandingkan dengan pencapaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan Standar Nasional Pendidikan (SNP) hasil perbandingan ini dilakukan dengan Analisis Kesenjangan sehingga memunculkan program prioritas.

Program prioritas dirancang untuk mencapai Standar Nasional Pendidikan di tahun ke 1. Program-program yang mencakup pengembangan kompetensi lulusan, pengembangan kurikulum, pengembangan pembelajaran, pengembangan penilaian, pengembangan tenaga pendidik dan kependidikan, pengembangan sarana dan prasarana pendidikan, pengembangan budaya dan lingkungan, pengembangan karakter dan budi pekerti yang masing-masing dijadwalkan kegiatan-kegiatan yang menunjang visi, misi, dan tujuan Sekolah.

Rencana Kerja Sekolah ini disusun sebagai salah satu upaya agar secara berkelanjutan SekolahIbtidaiyah Maarif berusaha menjadi Sekolahyang memenuhi Standar Nasional. Usaha yang dimaksud meliputi perencanaan dalam kurun waktu 4 tahun ke depan dalam bentuk Rencana Kerja Sekolah (RKS). Selanjutnya perencanaan tersebut di pecah menjadi perencanaan atau sasaran yang akan dicapai setiap tahun dan pada akhirnya disusun kegiatan dalam kurun waktu satu tahun yaitu Rencana Kerja Tahunan.

Agar program kerja dalam 4 tahunan dapat diterapkan dengan baik, diawali dengan  evaluasi diri secara detail yaitu Evaluasi diri Sekolah (EDS), Hasil EDS menjadi masukan penting pada penyusunan RKS ini karena berbentuk data empiris, sehingga diharapkan  RKS bisa diterapkan dengan baik dengan sesedikit mungkin adanya suatu hambatan. Terakhir yang tidak boleh diabaikan dalam penyusunan RKT yang merupakan pelaksanaan RKS dalam tahun tertentu adalah memperhatikan kemampuan keuangan. Karena keuangan terbatas, memiliki diatur sehingga keuangan mencukupi dan rencana kerja dapat terlaksana sesuai kemampuan dana yang ada.

B.     Tujuan Penyusunan Rencana Kerja Sekolah

Tujuan disusunnya Rencana Kerja Sekolah Sekolah Menengah Atas Al Hikmah Muncar  adalah:

1.        Membantu  Sekolah dalam membelanjakan anggaran untuk program kerja

2.         Sekolah secara efektif dan efesien  dalam pengelolaan program Sekolah.

3.        Membantu Sekolah dalam merespon tuntutan partisipasi  masyarakat dan membantu Sekolah dalam meningkatkan keterbukaan dan akuntabilitas

 

C.    Sasaran Rencana Kerja Sekolah

1.      Kepala Sekolah, sebagai acuan untuk melaksanakan program selama kurun waktu  4 tahun beserta jabarannya yaitu rencana kerja tahunan

2.      Para Pendidik dan Tenaga Kependidikan, agar mempunyai gambaran yang labih detail dalam melaksanakan tugas mengajar dan merealisasikan program yang ditugaskan kepadanya.

3.      Pengurus Komite Sekolah sebagai acuan untuk melakukan evaluasi kinerja Sekolah secara berkesinambungan

 

D.    Manfaat Penyusunan Rencana Kerja Sekolah

1.    Sebagai acuan bagi Sekolah untuk untuk mencapai target-target peningkatan kualitas pendidikan dalam kurun waktu tertentu.

2.    Dapat digunakan sebagai panduan bagi Sekolah dalam memanfaatkan subsidi pendidikan baik yang berasal dari pemerintah maupun dari non pemerintah.

3.    Sebagai sumber inspirasi bagi seluruh warga Sekolahdalam meningkatkan kualitas pendidikan  dan pembelajaran.

4.    Sebagai tolak ukur bagi keberhasilan implementasi berbagai program peningkatan mutu pendidikan di SMA Al Hikmah Muncar.

E.     Landasan hukum

1.    Undang-undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 4 (Pengelolaan dan pendidikan berdasar pada prinsip keadilan, efisiensi, transparansi dan akuntabilitas publik).

2.    Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan  pasal 53 (Setiap satuan pendidikan dikelola atas dasar rencana kerja tahunan yang merupakan penjabaran rinci dari rencana kerja jangka menengah satuan pendidikan yang meliputi masa 4 tahun.

3.    Permendiknas No. 19 Tahun 2007 tentang  Standar Pengelolaan Pendidikan dinyatakan bahwa Sekolahmembuat (1) Rencana Kerja Jangka Menengah yang menggambarkan tujuan yang akan dicapai dalam kurun waktu 4 tahun yang berkaitan dengan mutu lulusan yang ingin dicapai dan perbaikan komponen yang mendukung peningkatan mutu lulusan dan  (2) Rencana Kerja Tahunan yang dinyatakan dalam Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah(RKAS) dilaksanakan berdasarkan Rencana Kerja Jangka Menengah.

4.    Peraturan lain yang relevan.

F.     Proses / Tahapan Penyusunan RKS

Proses /Tahapan penyusunan Rancana Kerja Sekolah (RKS) yang dijabarkan dalam Rencana Kerja Tahunan (RKT) adalah sebagai berikut:

1.      Membentuk Tim Pengembang Sekolah yang setidaknya terdiri dari Kepala Sekolah(sebagai Ketua Tim), ketua Komite Sekolah, Pengurus Yayasan, Pengawas, perwakilan guru dan tokoh masyarakat yang peduli dengan Pendidikan.

2.      Melakukan evaluasi diri Sekolah dengan mengisi instrument  EDS

3.      Menentukan peta mutu Sekolah dengan merangkum hasil capaian Evaluasi Diri Sekolah pada tiap standar

4.      Mengembangkan kondisi Sekolah yang diinginkan empat tahun yang akan datang dalam bentuk visi, misi dan tujuan Sekolah

5.      Melakukan analisis kesenjangan antara kondisi Sekolahsaat ini dengan kondisi Sekolahyang diinginkan empat tahun akan datang.

6.      Menentukan sasaran Sekolah, yaitu pentahapan capaian yang diinginkan selama 4 tahun kedepan, sehingga kesenjangan pada langkah 5 dapat “tertutupi” setelah 4 tahun kedepan.

7.      Mengembangkan program, indikator kinerja, rencana kegiatan dan penanggung jawab program

8.      Mengembangkan rencana kerja tahunan Sekolah dan Rencana Kerja dan Anggaran Sekolah.


BAB II

KONDISI SEKOLAH SAAT INI

(EVALUASI DIRI)

 

A.    Evaluasi Diri Sekolah

 

Komponen

Kekuatan

Kelemahan

Rekomendasi

1.      STANDAR ISI

 

1.1.    Kurikulum sudah sesuai dan relevan

1.1.1.   

Sekolah kami sudah  mempunyai Tim Pengembang Kurikulum

Kegiatan penyusunan kurikulum  melibatkan komite Sekolah, dan nara sumber, serta pihak lain yang terkait.

1.1.1

Sekolah kami belum menyusun kurikulum yang direviu (revisi) setiap tahun dan kemudian disahkan oleh Dinas Propinsi dan disosialisasikan kepada para pemangku kepentingan.

1.1.1

Sekolah memiliki menyusun kurikulum yang direviu (revisi) setiap tahun dan kemudian disahkan oleh Dinas Propinsi dan disosialisasikan kepada para pemangku kepentingan.

1.1.2

Kurikulum muatan lokal dan pengembangan diri Sekolahkami mempertimbangkan kebutuhan daerah dan peserta didik

 

1.1.2

Kurikulum yang ada di Sekolahkami memiliki lebih disesuaikan dengan  kebutuhan daerah, kebutuhan peserta didik,  dan kebutuhan pembelajaran untuk semua mata pelajaran dan disosialisasikan kepada Sekolah lain agar dijadikan rujukan.

1.1.2

Kurikulum yang ada di Sekolah memiliki lebih disesuaikan dengan  kebutuhan daerah, kebutuhan peserta didik,  dan kebutuhan pembelajaran untuk semua mata pelajaran dan disosialisasikan kepada Sekolah lain agar dijadikan rujukan.

1.1.3

Sebanyak 15 dari 20 guru mengalokasikan waktu untuk program remedial dan pengayaan.

1.1.3

Sebanyak 5 dari 20 guru belum mengalokasikan waktu untuk program remidi dan pengayaan

1.1.3

Sekolahmemiliki mengalokasikan waktu yang cukup untuk melaksanakan program remedial dan pengayaan.

 

1.2.     Sekolah menyediakan kebutuhan pengembangan pribadi peserta didik

1.2.1

Layanan bimbingan dilakukan oleh guru kelas berdasar kasus per kasus

 

1.2.1

Sekolah belum memberikan layanan dan bimbingan  secara teratur dan berkesinambungan  yang terprogram dengan jelas maupun berdasarkan kasus per kasus sesuai kebutuhan peserta didik.

1.2.1

Sekolah belum memberikan layanan dan bimbingan  secara teratur dan berkesinambungan  yang terprogram dengan jelas maupun berdasarkan kasus per kasus sesuai kebutuhan peserta didik

1.2.2

Kegiatan ekstra kurikuler diorganisasikan / diprogram dalam bentuk jadwal ekstra kurikuler.

1.2.2

Sekolah belum melibatkan masyarakat dalam pengembangan ekstra kurikuler, dinilai perkembangannya, dan dilaporkan kepada pemangku kepentingan.

1.2.2

Sekolah memiliki melibatkan masyarakat dalam pengembangan ekstra kurikuler, dinilai perkembangannya, dan dilaporkan kepada pemangku kepentingan

2.      STANDAR PROSES

2.1.    Silabus sudah sesuai/relevan dengan standar

 

2.1.1

Silabus di Sekolah kami sudah sesuai dengan Strandar Isi.

 

2.1.1

Sekolah belum mengembangkan silabus yang  mempertimbangkan situasi dan kondisi Sekolah.

2.1.1

Sekolah memiliki mengembangkan silabus agar mempertimbangkan situasi dan kondisi Sekolah.

2.1.2

Sebanyak 9 dari 18 guru di Sekolahmengembangkan silabus  secara mandiri/kelompok

 

2.1.2

Sebanyak 9 dari 18 guru di Sekolahkami Belum  mengembangkan silabus secara mandiri.

2.1.2

Sekolah memiliki memfasilitasi guru agar semua guru memiliki silabus sesuai dengan mata pelajaran yang diampu dengan mengembangkannya secara mandiri dan kemudian mereviu serta merevisi setiap tahun.

2.2 RPP dirancang untuk mencapai pembelajaran efektif dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik

2.2.1

Penyusunan RPP melalui 6 prinsip

RPP dijabarkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan belajar peserta didik dalam upaya mencapai KD.

 

2.2.1

Sekolah belum menyusun RPP oleh setiap guru untuk setiap kompetensi dasar berdasarkan prinsip-prinsip perencanaan pembelajaran dan direview secara berkala untuk memastikan dampaknya pada peningkatan hasil belajar peserta didik.

2.2.1

Sekolah memiliki memastikan bahwa RPP disusun oleh setiap guru untuk setiap kompetensi dasar berdasarkan prinsip-prinsip perencanaan pembelajaran dan direview secara berkala untuk memastikan dampaknya pada peningkatan hasil belajar peserta didik.

2.2.2

Sebanyak 15 guru di Sekolahmengembangkan RPP secara mandiri/kelompok

 

2.2.2

Sekolah belum  memfasilitasi guru yang belum mampu agar mampu  menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang mengakomodasi semua perbedaan-perbedaan peserta didik.

2.2.2

Sekolah memiliki memfasilitasi guru yang belum mampu agar mampu  menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang mengakomodasi semua perbedaan-perbedaan peserta didik.

2.3 Sumber belajar dapat diperoleh dengan mudah dan digunakan secara tepat

2.3.1

Setiap siswa sudah memiliki sumber belajar yang dibeli sendiri untuk semua mata pelajaran

2.3.1

Setiap siswa belum memanfaatkan berbagai materi yang tersedia di perpustakaan Sekolah yang dengan mudah dapat dipinjam dan dipakai di luar Sekolah dalam kurun waktu tidak lebih dari satu minggu dan dapat diperpanjang, serta dapat mengakses buku Sekolahelektronik (BSE).

2.3.1

Setiap siswa memiliki memiliki sumber belajar yang tersedia di perpustakaan Sekolahyang dengan mudah dapat dipinjam dan dipakai di luar Sekolahdalam kurun waktu tidak lebih dari satu minggu dan dapat diperpanjang, serta dapat mengakses buku Sekolahelektronik (BSE).

2.3.2

 Kepala Sekolah menentukan buku teks yang digunanakan/dibeli peserta didik

2.3.2

Sekolah belum  melibatkan pendidik  dan komite Sekolah dalam menentukan buku teks, serta menambah koleksi buku teks dan buku pegangan guru, juga memotivasi guru untuk menggunakan buku-buku perpustakaan, laboratorium, dan  lingkungan sebagai sumber belajar sebagai sumber dan alat dalam proses pembelajaran.

2.3.2

Sekolah memiliki melibatkan pendidik  dan komite Sekolahdalam menentukan buku teks, serta menambah koleksi buku teks dan buku pegangan guru, juga memotivasi guru untuk menggunakan buku-buku perpustakaan, laboratorium, dan  lingkungan sebagai sumber belajar sebagai sumber dan alat dalam proses pembelajaran.

2.4 Pembelajaran  dilaksanakan dengan menggunakan metode yang interaktif, inspiratif, menyenangkan, kreatif, menantang dan memotivasi peserta didik

2.4.1

Guru melaksanakan pembelajaran sesuai jadwal pelajaran

2.4.1

Sekolah belum memotivasi guru agar selalu melaksanakan pembelajaran sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang telah disiapkan / disusun dengan multi metode yang tepat dan bersedia membantu guru Sekolahlain agar juga dapat melaksanakan pembelajaran sesuai dengan cara yang mereka kembangkan.

2.4.1

Sekolah memiliki memotivasi guru agar selalu melaksanakan pembelajaran sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang telah disiapkan / disusun dengan multi metode yang tepat .

2.4.2

Guru-guru di Sekolah kami sudah melaksanakan pembelajaran sesuai jadwal

2.4.2

Sekolah belum memfasilitasi guru-guru agar memberikan kesempatan pada peserta didik untuk melakukan ekplorasi dan elaborasi, serta mendapatkan konfirmasi di setiap proses pembelajaran dan juga di luar proses pembelajaran.

2.4.2

Sekolah memiliki memfasilitasi guru-guru agar memberikan kesempatan pada peserta didik untuk melakukan ekplorasi dan elaborasi, serta mendapatkan konfirmasi di setiap proses pembelajaran

2.5 Supervisi dan Evaluasi Proses Pembelajaran dilaksanakan secara berkala dan berkelanjutan

2.5.1

Supervisi dilaksanakan  satu kali pada tahun pelajaran yang lalu

2.5.1

Sekolah belum  meningkatkan penyusunan dan pelaksanaan program supervisi dan evaluasi proses pembelajaran yang dilaksanakan oleh Kepala Sekolah

2.5.1

Sekolah memiliki meningkatkan penyusunan dan pelaksanaan program supervisi dan evaluasi proses pembelajaran yang dilaksanakan oleh Kepala Sekolah

2.5.2

Supervisi dilaksanakan  satu kali pada tahun pelajaran yang lalu

2.5.2

Supervisi dan Evaluasi proses pembelajaran belum  dilakukan secara berkala dan berkelanjutan tidak hanya oleh Kepala Sekolah, namun juga oleh sesama guru, Pengawas dan juga peserta didik

2.5.2

Supervisi dan Evaluasi proses pembelajaran memiliki dilakukan secara berkala dan berkelanjutan tidak hanya oleh Kepala Sekolah, namun juga oleh sesama guru, Pengawas dan juga peserta didik

3.     STANDAR KOMPETENSI LULUSAN

3.1 Peserta didik dapat mencapai target akademis yang diharapkan

3.1.1

Hasil lulusan ujian di Sekolah kami sudah   berhasil 100 persen

3.1.1

Sekolah belum meningkatkan kemampuan siswa agar mengalami kemajuan dari tahun ke tahun untuk memperoleh nilai ujian yang lebih dari  kriteria kelulusan minimal (KKM) untuk semua mata pelajaran.

3.1.1

Sekolah memiliki meningkatkan kemampuan siswa agar mengalami kemajuan dari tahun ke tahun untuk memperoleh nilai ujian sesuai kriteria kelulusan minimal (KKM) untuk semua mata pelajaran.

3.1.2

Peserta didik di Sekolahkami sudah terlibat dalam memperoleh pengalaman belajar melalui program pembiasaan untuk mencari informasi/pengetahuan lebih lanjut dari berbagai sumber belajar.

 

3.1.2

Sekolah belum  memfasilitasi agar semua peserta didik mampu mengembangkan keterampilan berpikir logis, kritis, dan analitis serta mengembangkan kreatifitas mereka sehingga perolehan nilai tugas-tugas selalu menunjukkan peningkatan.

3.1.2

Sekolah memiliki memfasilitasi agar semua peserta didik mampu mengembangkan keterampilan berpikir logis, kritis, dan analitis serta mengembangkan kreatifitas mereka sehingga perolehan nilai tugas-tugas selalu menunjukkan peningkatan.

3.1.3

Siswa di Sekolah kami sudah memperoleh pengalaman belajar yang mampu memanfaatkan lingkungan secara produktif dan bertanggung jawab.

 

3.1.3

Belum semua guru  lebih memotivasi semua peserta didik agar mereka memiliki pengalaman belajar dengan memanfaatkan lingkungan secara produktif dan bertanggung jawab sehingga mampu mengekspresikan diri.

3.1.3

Semua guru memiliki lebih memotivasi semua peserta didik agar mereka memiliki pengalaman belajar dengan memanfaatkan lingkungan secara produktif dan bertanggung jawab sehingga mampu mengekspresikan diri.

3.2 Peserta didik dapat mengembangkan potensi penuh mereka sebagai anggota masyarakat

3.2.1

Sekolah kami sudah menghargai keberagaman agama, budaya, suku, dan ras.

Sekolahkami sudah menghargai adanya perbedaan pendapat.

Sekolahkami sudah menghargai karya seni dan budaya nasional Indonesia

3.2.1

Sekolah belum  memfasilitasi peserta didik untuk berpartisipasi secara aktif dalam kehidupan di Sekolahdan di tengah masyarakat luas agar mereka memiliki kompetensi kepribadian dan sosial serta melakukan berbagai jenis kegiatan dalam ruang lingkup yang lebih luas.

3.2.1

Sekolah memiliki memfasilitasi peserta didik untuk berpartisipasi secara aktif dalam kehidupan di Sekolahdan di tengah masyarakat luas agar mereka memiliki kompetensi kepribadian dan sosial serta melakukan berbagai jenis kegiatan dalam ruang lingkup yang lebih luas.

3.2.2

Peserta didik di Sekolah kami sudah mencari dan menerapkan informasi dari lingkungan sekitar sumber-sumber lain secara logis, kritis dan kreatif.

 

3.2.2

Sekolah belum melaksanakan pengembangan potensi dan minat peserta didik dengan melibatkan mereka untuk partisipasi dalam berbagai jenis kegiatan serta memiliki kesempatan untuk mengembangkan rasa estetika dan kecakapan hidup lainnya.

3.2.2

Sekolah memiliki melaksanakan pengembangan potensi dan minat peserta didik dengan melibatkan mereka untuk partisipasi dalam berbagai jenis kegiatan serta memiliki kesempatan untuk mengembangkan rasa estetika dan kecakapan hidup lainnya.

3.2.3

Sekolah sudah  memfasilitasi peserta didik agar secara konsisten semakin meningkat dalam mengamalkan ajaran agama  Islam.

3.2.3

Peserta didik di Sekolah kami belum  menerapkan kebiasaan hidup bersih, sehat, bugar, aman dan memanfaatkan waktu luang.

3.2.3

Peserta didik di Sekolah kami memiliki  menerapkan kebiasaan hidup bersih, sehat, bugar, aman dan memanfaatkan waktu luang

 

 

4.     STANDAR PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN

4.1 Pemenuhan jumlah pendidik dan tenaga kependidikan sudah memadai

4.1.1

Sekolah kami sudah memiliki 16 Guru mata pelajaran yang sesuai dengan kememilikian Sekolah

 

4.1.1

Sekolah mempunyai dua guru yang tidak sesuai dengan kemampuan Sekolah

4.1.1

Sekolah berupaya menyekolahkan ke duanya agar sesuai dengan kememilikian Sekolah

4.1.2

Sekolah kami sudah memiliki Tenaga Administrasi.

 

4.1.2

Sekolah sudah  mengangkat tenaga kependidikan yang meliputi: Petugas Perpustakaan, Petugas Laboratorium, dan Penjaga Sekolah sesuai dengan ketentuan minimal

4.1.2

Sekolah memiliki mengangkat tenaga kependidikan yang meliputi: Petugas Perpustakaan, Petugas Laboratorium, dan Penjaga Sekolahsesuai dengan ketentuan minimal

4.2 Kualifikasi pendidik dan tenaga kependidikan sudah memadai

4.2.1

Sebanyak 19 dari 21 orang guru di Sekolahkami sudah memenuhi kualifikasi akademik S1/D4

4.2.1

Sebanyak 2 dari 21 orang guru di sekolah kami belum S1/D4

4.2.1

Meningkatkan Pendidikan bagi guru yang belum S1/D4.

4.2.2

Kualifikasi Tenaga Administrasi Sekolahkami  lulusan Sekolah Menengah Atas

4.2.2

Sekolah sudah  memfasilitasi peningkatan kualifikasi tenaga kependidikan agar memadai sesuai dengan standar nasional yang ditetapkan, termasuk untuk menangani peserta didik yang mengalami kesulitan belajar.

4.2.2

Sekolah memiliki memfasilitasi peningkatan kualifikasi tenaga kependidikan agar memadai sesuai dengan standar nasional yang ditetapkan, termasuk untuk menangani peserta didik yang mengalami kesulitan belajar.

4.3 Kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan sudah memadai

4.3.1

Sekolah mengirimkan guru untuk mengikuti beberapa pelatihan yang dilaksanakan oleh Kementrian Agama

4.3.1

Sekolah belum  memfasilitasi peningkatan kompetensi pendidik agar memadai sesuai dengan standar yang ditetapkan, termasuk untuk menangani peserta didik yang mengalami kesulitan belajar.

4.3.1

Sekolah memiliki memfasilitasi peningkatan kompetensi pendidik agar memadai sesuai dengan standar yang ditetapkan, termasuk untuk menangani peserta didik yang mengalami kesulitan belajar.

4.3.2

Tenaga administrasi Sekolah kami mampu menguasai penggunaan teknologi informasi / computer

 

4.3.2

Tenaga administrasi Sekolah kami Suadah menguasai administrasi kepegawaian, sarana dan prasarana, administrasi keuangan, administrasi kesiswaan dan administasi kurikulum

4.3.2

Tenaga administrasi Sekolah kami memiliki menguasai administrasi kepegawaian, sarana dan prasarana, administrasi keuangan, administrasi kesiswaan dan administasi kurikulum.

5.          STANDAR SARANA DAN PRASARANA

5.1 Sarana Sekolah sudah memadai

5.1.1

Luas lahan Sekolah kami ada 2.500 m2 dengan 5 rombongan belajar.

Luas ruang kelas Sekolah kami sudah memenuhi standar, yaitu 56 m2./ kelas

Status tanah Sekolah kami adalah milik sendiri.

 

 

5.1.1

Ruang guru di Sekolah kami sudah memenuhi standar yaitu 24 m2 tetapi tidak mencukupi

Ruang perpustakaan Sekolahkami belum memiliki meja baca.

Sekolahkami belum memiliki laboratorium IPA.

Ruang Perpustakaan Sekolahkami belum memenuhi standar, yaitu berukuran 16 m2 ,

Koleksi buku perpustakaan belum memenuhi standar yaitu 1 dari 4 Siswa

 

5.1.1

Ruang guru di Sekolah kami sudah  memenuhi sehingga memiliki luas minimal 24 m2.

Ruang perpustakaan Sekolah kami belum memiliki meja baca.

Sekolah kami belum memiliki laboratorium IPA.

Ruang Perpustakaan Sekolah kami belum memenuhi standar, yaitu berukuran 16 m2 ,

Koleksi buku perpustakaan belum memenuhi standar yaitu 1 dari  4 siswa

 

5.1.2

Buku pengayaan di ruang perpustakaan sudah memiliki 200 judul buku

5.1.2

Sekolahbelum  memiliki buku pengayaan sesuai ketentuan BSNP yaitu 840 judul.

5.1.2

Sekolahmemiliki  memiliki buku pengayaan sesuai ketentuan BSNP yaitu 840 judul

5.2 Sekolah dalam kondisi terpelihara dan baik

5.2.1

Ruang kelas X – XII sebanyak 5 ruang sudah di cat pada awal tahun pelajaran ke-1

 

5.2.1

Ruang kelas X  - XII , dan kelas IX di Sekolah kami belum dirawat/dicat secara berkala

5.2.1

Ruang kelas X – XII memiliki  dirawat/dicat secara berkala

5.2.2

Sekolah kami sudah dilengkapi penangkal petir

5.2.2

Sekolah belum  melengkapi pemadam kebakaran, pagar, pintu gerbang,  membangun/merenovasi  sanitasi, peredam bising, mengadakan pendingin ruangan (AC), dan melaksnakan program kebersihan, ketertiban, juga perindangan/penghijauan demi rasa nyaman bagi semua warga Sekolahserta anggota masyarakat yang berkunjung ke Sekolah; dan juga  mengupayakan kemudahan bagi peserta didik yang berkebutuhan khusus.

5.2.2

Sekolah memiliki  melengkapi pemadam kebakaran, pagar, pintu gerbang, membangun/merenovasi  sanitasi, peredam bising, mengadakan pendingin ruangan (AC), dan melaksnakan program kebersihan, ketertiban, juga perindangan/penghijauan demi rasa nyaman bagi semua warga Sekolah serta anggota masyarakat yang berkunjung ke Sekolah; dan juga  mengupayakan kemudahan bagi peserta didik yang berkebutuhan khusus.

6.          STANDAR PENGELOLAAN

6.1 Kinerja pengelolaan Sekolah berdasarkan kerja tim dan kemitraan yang kuat dengan visi dan misi yang jelas dan diketahui oleh semua pihak 

6.1.1

Sekolah kami sudah memiliki visi dan misi.

 

6.1.1

Sekolah sudah  mempertahankan program penyusunan Visi dan Misi secara bottom-up dengan melibatkan semua pemangku kepentingan: dewan guru, komite Sekolah, dan kepala Sekolahdan disosialisasikan kepada seluruh pemangku kepentingan, termasuk orangta peserta didik dan masyarakat sekitar, serta direviu dan dievaluasi pencapaiannya.

6.1.1

Sekolah belum  mempertahankan program penyusunan Visi dan Misi secara bottom-up dengan melibatkan semua pemangku kepentingan: dewan guru, komite Sekolah, dan kepala Sekolah dan disosialisasikan kepada seluruh pemangku kepentingan, termasuk orang tua peserta didik dan masyarakat sekitar, serta direviu dan dievaluasi pencapaiannya.

6.1.2

Sekolah kami sudah memiliki program kerja, yang dibuat kepala Sekolah

6.1.2

Sekolah kami belum mendorong kemandirian dan kemitraan yang partisipatif, kolaboratif dan akuntabel melalui penyusunan/perumusan RKS berbasis EDS dengan melibatkan semua pemangku kepentingan serta mampu memunculkan potensi warga Sekolahuntuk turut serta mengembangkan pengelolaan Sekolahserta selanjutnya menjadi dasar penyusunan RKAS; kemudian melaporkan pelaksanaannya kepada kepada Komite Sekolah serta YPLPP PGRI setiap akhir tahun.

6.1.2

Sekolah kami  memiliki mendorong kemandirian dan kemitraan yang partisipatif, kolaboratif dan akuntabel melalui penyusunan/perumusan RKS berbasis EDS dengan melibatkan semua pemangku kepentingan serta mampu memunculkan potensi warga Sekolahuntuk turut serta mengembangkan pengelolaan Sekolahserta selanjutnya menjadi dasar penyusunan RKAS; kemudian melaporkan pelaksanaannya kepada kepada Komite Sekolah serta YPLPP PGRI  setiap akhir tahun.

6.2 Rencana kerja memiliki tujuan yang jelas dan perbaikan berkelanjutan

6.2.1

Sekolah memiliki RKS yang mencontoh dari Sekolahlain, belum disesuaikan dengan kondisi riil Sekolah.

6.2.1

Sekolah belum mengembangkan Rencana Kegiatan Sekolah (RKS) yang dirumuskan dari tujuan berdasarkan visi dan misi Sekolah dalam bentuk renstra maupun RKS, serta memaksimalkan sosialisasi RPS kepada warga Sekolah dan pihak lain yang berkepentingan.

6.2.1

Sekolah memiliki mengembangkan Rencana Kegiatan Sekolah (RKS) yang dirumuskan dari tujuan berdasarkan visi dan misi Sekolah dalam bentuk renstra maupun RKS, serta memaksimalkan sosialisasi RPS kepada warga Sekolahdan pihak lain yang berkepentingan.

6.2.2

 

6.2.2

Sekolah belum mensosialisasikan dokumen rencana kerja kepada semua warga Sekolah dan pihak-pihak yang berkepentingan dalam berbagai kesempatan dan on-line di situs Sekolah.

6.2.2

Sekolah memiliki mensosialisasikan dokumen rencana kerja kepada semua warga Sekolahdan pihak-pihak yang berkepentingan dalam berbagai kesempatan dan on-line di situs Sekolah.

6.3 Rencana Pengembangan Sekolah/Rencana Kerja Sekolahberdampak terhadap peningkatan hasil belajar

6.3.1

 

6.3.1

Sekolah belum menyusun Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) yang mengacu pada Standar Isi, Standar Kompetensi Lulusan, Standar Proses dan Standar Penilaian sesuai dengan ketentuan Standar Nasional Pendidikan dan memajangnya pada tempat-tempat yang strategis dan on-line di situs  Sekolah sebagai bentuk sosialisasi kepada semua warga Sekolah serta memiliki menyempurnakan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) setiap tahun.

6.3.1

Sekolah memiliki menyusun Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) yang mengacu pada Standar Isi, Standar Kompetensi Lulusan, Standar Proses dan Standar Penilaian sesuai dengan ketentuan Standar Nasional Pendidikan dan memajangnya pada tempat-tempat yang strategis dan on-line di situs  Sekolah sebagai bentuk sosialisasi kepada semua warga Sekolah serta memiliki menyempurnakan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) setiap tahun.

6.3.2

 

6.3.2

Tim pengembang Sekolahbelum melakukan evaluasi diri dan menyusun skala prioritas kegiatan dan program tindak lanjut terhadap hasil evaluasi diri Sekolah.

6.3.2

Tim pengembang Sekolahmemiliki melakukan evaluasi diri dan menyusun skala prioritas kegiatan dan program tindak lanjut terhadap hasil evaluasi diri Sekolah.

6.3.3

 

6.3.3

Sekolah belum menyusun indikator keberhasilan dan melakukan penilaian kinerja proses pembelajaran dalam bentuk evaluasi diri Sekolah untuk dasar penentuan prioritas perbaikan/ pengembangan Sekolah.

6.3.3

Sekolah memiliki menyusun indikator keberhasilan dan melakukan penilaian kinerja proses pembelajaran dalam bentuk evaluasi diri Sekolah untuk dasar penentuan prioritas perbaikan/ pengembangan Sekolah.

6.4 Pengumpulan dan penggunaan data yang handal dan valid

6.4.1

 

6.4.1

Sekolah belum  menyusun dan menyelenggarakan Sistim Informasi Manajemen Pendidikan berbasis ICT serta memiliki memfasilitasi komunikasi antar warga Sekolah secara efektif, efisien dan akuntabel dan sudah tersosialisaikan kepada seluruh pemangku kepentingan.

6.4.1

Sekolah memiliki menyusun dan menyelenggarakan Sistem Informasi Manajemen Pendidikan berbasis ICT serta memiliki memfasilitasi komunikasi antar warga Sekolah secara efektif, efisien dan akuntabel dan sudah tersosialisaikan kepada seluruh pemangku kepentingan.

6.4.2

6.4.2

Sekolah belum  mengadakan fasilitas informasi yang memenuhi standar dengan data yang terbaru dan mudah diakses secara online melalui website Sekolah oleh warga Sekolah dan pihak yang berkepentingan guna melayani permintaan informasi, pemberian informasi, pengaduan dari masyarakat berkaitan dengan pengelolaan Sekolah dan mendokumentasikan semua informasi dari masyarakat.

6.4.2

Sekolah memiliki mengadakan fasilitas informasi yang memenuhi standar dengan data yang terbaru dan mudah diakses secara online melalui website Sekolah oleh warga Sekolah dan pihak yang berkepentingan guna melayani permintaan informasi, pemberian informasi, pengaduan dari masyarakat berkaitan dengan pengelolaan Sekolah dan mendokumentasikan semua informasi dari masyarakat.

6.5 Pemberian dukungan dan kesempatan pengembangan profesi bagi para pendidik dan tenaga kependidikan

6.5.1

 

6.5.1

Sekolah belum  menyusun program pemberdayaan Pendidik dan Tanaga Kependidikan dan memiliki deskripsi tugas pokok dan fungsi Pendidik dan Tenaga Kependidikan serta memiliki mengevaluasi pelaksanaan program pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan setiap akhir semester.

6.5.1

Sekolah memiliki menyusun program pemberdayaan Pendidik dan Tanaga Kependidikan dan memiliki deskripsi tugas pokok dan fungsi Pendidik dan Tenaga Kependidikan serta memiliki mengevaluasi pelaksanaan program pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan setiap akhir semester.

 

6.5.2

 

 

6.5.2

Sekolah belum  menyusun program pengawasan dan supervisi/evaluasi pengelolaan akademik setiap bulan, baik kinerja pelaksanaan tugas maupun kesesuaian dengan standar nasional, serta meminta semua pendidik melaporkan hasil evaluasi dan penilaian pembelajaran kepada Kepala Sekolah setiap semester yang selanjutnya melaporkan hasil evaluasi dan penilaian kepada orangtua peserta didik setiap semester sebagai dasar untuk menyusun program perbaikan dan peningkatan yang berkelanjutan.

 

6.5.2

Sekolah memiliki menyusun program pengawasan dan supervisi/evaluasi pengelolaan akademik setiap bulan, baik kinerja pelaksanaan tugas maupun kesesuaian dengan standar nasional, serta meminta semua pendidik melaporkan hasil evaluasi dan penilaian pembelajaran kepada Kepala Sekolah setiap semester yang selanjutnya melaporkan hasil evaluasi dan penilaian kepada orangtua peserta didik setiap semester sebagai dasar untuk menyusun program perbaikan dan peningkatan yang berkelanjutan.

6.6 Masyarakat mengambil bagian dalam kehidupan Sekolah

6.6.1

 

6.6.1

Sekolah belum  memiliki dan melaksanakan program keterlibatan secara langsung warga Sekolah dalam pengelolaan kegiatan akademik dan non akademik serta kegiatan pengembangan Sekolahpada umumnya.

6.6.1

Sekolah memiliki memiliki dan melaksanakan program keterlibatan secara langsung warga Sekolah dalam pengelolaan kegiatan akademik dan non akademik serta kegiatan pengembangan Sekolahpada umumnya.

6.6.2

 

6.6.2

Sekolah belum  memiliki dan melaksanakan secara intensif program pelibatan masyarakat dalam pengelolaan kegiatan non akademik dan menjalin kemitraan dengan lembaga masyarakat secara dan akademis dan memberikan kesempatan warga Sekolah untuk berkreasi.

6.6.2

Sekolah memiliki memiliki dan melaksanakan secara intensif program pelibatan masyarakat dalam pengelolaan kegiatan non akademik dan menjalin kemitraan dengan lembaga masyarakat secara dan akademis dan memberikan kesempatan warga Sekolah untuk berkreasi.

7.     STANDAR PEMBIAYAAN

7.1 Sekolah merencanakan keuangan sesuai standar

7.1.1

Sekolah sudah menyusun RKAS dengan memasukkan program/ kegiatan, sumber dana

7.1.1

Sekolah belum  menyusun laporan RKAS kepada  pemangku kepentingan lainnya secara menyeluruh, periodik, dan dalam proses yang transparan.

7.1.1

Sekolah belum  menyusun laporan RKAS kepada  pemangku kepentingan lainnya secara menyeluruh, periodik, dan dalam proses yang transparan.

 

7.1.2

Sekolah sudah menyusun RKAS dengan memasukkan program/ kegiatan, sumber dana

7.1.2

Komite Sekolah dan pemangku kepentingan yang relevan dan kemudian diketahui/disahkan oleh pemerintah yang di dalamnya mencakup jenis program/kegiatan, sumber dana dan nominalnya, serta pembelanjaan dan nominalnya.

7.1.2

Komite Sekolah dan pemangku kepentingan yang relevan dan kemudian diketahui/disahkan oleh pemerintah yang di dalamnya mencakup jenis program/kegiatan, sumber dana dan nominalnya, serta pembelanjaan dan nominalnya.

7.1.3

Sekolah sudah membukukan rencana dan pengeluaran keuangan termasuk sumber dana masing-masing.

7.1.3

Sekolah belum melakukan, pemeriksaan Buku Kas  secara periodik oleh petugas yang berwenang, dan melaksanakan pembukuan keuangan Sekolah dengan melengkapi setiap transaksi keuangan (penerimaan dan pengeluaran) dengan bukti yang sah.

7.1.3

Sekolah belum melakukan, pemeriksaan Buku Kas  secara periodik oleh petugas yang berwenang, dan melaksanakan pembukuan keuangan Sekolah dengan melengkapi setiap transaksi keuangan (penerimaan dan pengeluaran) dengan bukti yang sah.

 

7.1.4

Sekolah sudah melaporkan penggunaan keuangan kepada Pemerintah (Kasi Penma)

 

7.1.4

Sekolah belum  menyusun laporan pengelolaan keuangan sebagai laporan pertanggungjawaban pengelolaan pendapatan dan penggunaan keuangan Sekolahkepada warga Sekolah, dan masyarakat secara rutin dan proses yang transparan.

 

7.1.4

Sekolah memiliki menyusun laporan pengelolaan keuangan sebagai laporan pertanggungjawaban pengelolaan pendapatan dan penggunaan keuangan Sekolahkepada warga Sekolah, dan masyarakat secara rutin dan proses yang transparan.

7.2 Sekolah menjamin kesetaraan akses

7.2.1

Sekolah sudah meningkatkan kemampuan untuk melayani siswa dari berbagai tingkatan sosial ekonomi termasuk siswa dengan  kebutuhan khusus dan mempromosikan kesetaraan akses bagi semua peserta didik

7.2.1

.

7.2.1

 

7.2.2

Sekolah memiliki catatan orang tua siswa yang sifatnya masih umum. Semua siswa dibebaskan atau tidak di pungut biaya apapun

7.2.2

Sekolah belum  mengidentifikasi tingkat ekonomi orang tua siswa untuk menentukan sumbangan yang disesuaikan dengan kemampuan dan kesanggupan orang tua, serta memaksimalkan upaya subsidi  silang kepada siswa kurang mampu di bidang ekonomi atau dengan membebaskan biaya pendidikan bagi siswa miskin.

7.2.2

Sekolah memiliki mengidentifikasi tingkat ekonomi orang tua siswa untuk menentukan sumbangan yang disesuaikan dengan kemampuan dan kesanggupan orang tua, serta memaksimalkan upaya subsidi  silang kepada siswa kurang mampu di bidang ekonomi atau dengan membebaskan biaya pendidikan bagi siswa miskin.

8.     STANDAR PENILAIAN

8.1 Sistem penilaian disusun untuk menilai peserta didik baik dalam bidang akademik maupun non akademik

8.1.1

Sebanyak 15 dari 21 orang pendidik sudah menyusun KKM , dan instrumen penilaian

8.1.1

Sekolah belum  memfasilitasi semua pendidik untuk menyusun KKM, kisi-kisi soal,  instrumen penilaian, dan rubrik penilaian berdasarkan kompetensi dasar dan standar kompetensi

8.1.1

Sekolah memfasilitasi semua pendidik untuk menyusun KKM, kisi-kisi soal,  instrumen penilaian, dan rubrik penilaian berdasarkan kompetensi dasar dan standar kompetensi

8.1.2

Sebanyak 15 dari 21 orang pendidik menginformasikan indicator dan KKM dan waktu penilaian kepada peserta didik di awal semester

8.1.2

Semua pendidik belum menginformasikan kopetensi dasar (Indikator), Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), tehnik penilaian, rubrik penilaian, dan waktu penilaian  kepada peserta didik di awal semester dan sebelum pelaksanaan penilaian.

8.1.2

Semua pendidik memiliki menginformasikan kopetensi dasar (Indikator), Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), tehnik penilaian, rubrik penilaian, dan waktu penilaian  kepada peserta didik di awal semester dan sebelum pelaksanaan penilaian.

8.1.3

Semua pendidik sudah melakukan ulangan harian, Ulangan tengah semester, Ulangan Akhir semester, Ulangan Kenaikan, dengan menggunakan berbagai jenis

8.1.3

Semua pendidik belum  melaksanakan Ulangan Harian setiap kompetensi dasar, Ulangan tengah emester, Ulangan Akhir semester, Ulangan Kenaikan, dengan menggunakan berbagai jenis metode untuk menilai kemajuan belajar peserta didik secara berkelanjutan dan mengembangkannya berdasarkan rencana yang telah dibuat pada silabus dan RPP dan juga sesuai dengan perkembangan peserta didik, juga melaksanakan  Ujian Sekolah, dan  Ujian Nasional yang kemudian memantau kemajuan belajar peserta didik.

8.1.3

Semua pendidik memiliki melaksanakan Ulangan Harian setiap kompetensi dasar, Ulangan tengah emester, Ulangan Akhir semester, Ulangan Kenaikan, dengan menggunakan berbagai jenis metode untuk menilai kemajuan belajar peserta didik secara berkelanjutan dan mengembangkannya berdasarkan rencana yang telah dibuat pada silabus dan RPP dan juga sesuai dengan perkembangan peserta didik, juga melaksanakan  Ujian Sekolah, dan  Ujian Nasional yang kemudian memantau kemajuan belajar peserta didik.

8.1.4

Semua pendidik sudah menerapkan tes tertulis, tes lisan, dan tes praktik atau tes kinerja, dengan teknik observasi atau pengamatan selama pembelajaran berlangsung dan/atau di luar kegiatan pembelajaran, serta teknik penugasan baik.

8.1.4

Semua pendidik Sekolah kami belum merevisi tes tulis, tes lisan, tes praktik, tes kinerja yang dilakukan secara berkala

8.1.4

Semua pendidik Sekolah kami memiliki  merevisi tes tulis, tes lisan, tes praktik, tes kinerja yang dilakukan secara berkala

8.2 Penilaian berdampak pada proses belajar

8.2.1

Setiap guru sudah menyampaikan hasil Evaluasi mata pelajaran serta hasil penilaian setiap peserta didik dan juga umpan balik kepada Kepala Sekolahpada akhir semester dalam bentuk laporan hasil prestasi belajar peserta didik dan mengkaji ulang tingkat kemajuan semua peserta didik pada setiap akhir semester.

8.2.1

-

8.2.1

.

8.2.2

 

8.2.2

Semua pendidik belum menganalisis hasil penilaian, memiliki menyusun program tindak lanjut terhadap hasil analisis dalam bentuk perbaikan dan pengayaan dan mereview rencana pembelajaran yang telah disusun.

8.2.2

Semua pendidik memiliki menganalisis hasil penilaian, memiliki menyusun program tindak lanjut terhadap hasil analisis dalam bentuk perbaikan dan pengayaan dan mereview rencana pembelajaran yang telah disusun.

 

8.3 Orangtua peserta didik terlibat dalam proses belajar anak mereka

 

8.3.1

Sekolah sudah menyampaikan laporan semua hasil penilaian untuk semua kelompok mata pelajaran secara sistematis pada setiap akhir kepada orang tua/wali peserta didik dalam bentuk laporan pendidikan dan dan mendiskusikannya secara mendetail untuk masing-masing peserta didik secara berkala.

 

8.3.1

 

 

8.3.1

 

8.3.2

 

8.3.2

Sekolah belum  mensosialisasikan KKM setiap mata pelajaran, kriteria kenaikan kelas, program penilaian, program remidial dan pengayaan kepada orangtua peserta dan memiliki melibatkan orangtua peserta didik dalam menyediakan fasilitas belajar putra/putrinya untuk meningkatkan pencapaian hasil belajar.

8.3.2

Sekolah memiliki mensosialisasikan KKM setiap mata pelajaran, kriteria kenaikan kelas, program penilaian, program remidial dan pengayaan kepada orangtua peserta dan memiliki melibatkan orangtua peserta didk dalam menyediakan fasilitas belajar putra/putrinya untuk meningkatkan pencapaian hasil belajar.

 

 


B.     Peta Mutu Sekolah

1.         Grafik Mutu SMA Al Hikmah Muncar

 

 

2.    Diskripsi Peta Mutu Sekolah

Diskripsi peta mutu Sekolah tersajikan sebagai berikut:

No

Standar

Skor Tahap Pengembangan

Posisi Standar

 

SNP 1

SNP 2

SNP 3

SNP 4

SNP

1

Standar Kompetensi Lulusan

6,99

 

 

 

 

2

Standar Isi

6,95

 

 

 

 

3

Standar Proses

6,99

 

 

 

 

4

Standar Penilaian Pendidikan

6,99

 

 

 

 

5

Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan

6,07

 

 

 

 

6

Standar Sarana dan Prasarana Pendidikan

6,27

 

 

 

 

7

Standar Pengelolaan Pendidikan

6,92

 

 

 

 

8

Standar Pembiayaan

6,99

 

 

 

 

 

Catatan:

«

Menuju SNP 1

 

2,04

««

Menuju SNP 2

 

3,7

«««

Menuju SNP 3

 

5,06

««««

Menuju SNP 4

 

6,66

«««««

SNP

 

7

 

 

 

 



BAB III

KONDISI SEKOLAH MASA DEPAN YANG DIHARAPKAN

 

A.    Harapan Pemangku Kepentingan Sekolahdimasa Mendatang

Berdasar peta mutu, seperti tertuang pada Bab II, poin B.2, Sekolah Sekolah Menengah Atas Al Hikmah Muncar, pada empat tahun mendatang diharapkan :

1.      Memiliki dan  kurikulum sesuai dengan panduan dari badan standar nasional pendidikan (BSNP)

2.      Proses pembelajaran dilaksanakan secara efektif dengan meningkatkan keterlibatan siswa aktif dalam pembelajaran.

3.      Hasil belajar peserta didik, selalu meningkat dan mempunyai kreatifitas  dalam menyelesaikan masalah

4.      Pendidik dan tenaga kependidikan sudah memenuhi kualifikasi akademik S1/D4

5.      Peningkatan sarana dan prasarana yang mendukung secara langsung maupun tidak langsung terhadap proses pembelajaran terus diupayakan sehingga memenuhi standar nasional

6.      Memiliki peningkatan manajemen pengelolaan Sekolah, termasuk melibatkan tokoh masyarakat dalam pengelolaan pendidikan Sekolah

7.      Pemberdayaan masyarakat dan alumni memiliki ditingkatkan utamanya dalam penggalian  dana

8.      Sistem Penilaian memiliki dilakukan secara dengan berbagai teknik, seperti penilaian tertulis, lisan, unjuk kerja, porto folio, dan pengamatan.

 

A.    Visi sekolah

 “Mewujudkan pesertadidik yang berakhlakul karimah, berprestasi, berkarakter, mandiri, terampil, berjiwa religious serta berwawasan global”.

Indikator Visi

1.      Peningkatan dalam perolehan nilai ujian nasional (UN)

2.      Peningkatan profesi jumlah siswa untuk melanjutkan dan di terima di perguruan tinggi negri (PTN)

3.      Berprestasi dalam lomba pengembangan bakat minat dan kreaktifitas

4.      Melakukan pembiasaan diri dalam menjalankan aktivitas keagamaan

5.      Memiliki jiwa disiplin , hidup tertib, rajin, dan penuh dedikasi

6.      Memiliki rasa solidaritas social dan terciptanya lingkungan sekolah yang aman

7.      Melakukan pembiasan diri hidup bersih, sehat, rapi, dan indah.

 

B.     Misi Sekolah

1.      Meningkatkan dan mengembangkan profesionalisme guru dan pegawai yang berkarakter.

2.      Membekali peserta didik agar mampu mengembangkan diri secara mandiri dan berwawasan global

3.      Membina peserta didik dalam pembentukan kepribadian yang tangguh, rajin, disiplin, santun, dan berakhlakul karimah.

4.      Membina peserta didik untuk memiliki sadar nilai agama dan budaya.

5.      Mempersipkan peserta didik agar menjadi manusia yang berkarakter, cerdas, berkualitas, dan berprestasi dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

6.      Menanamkan peserta didik sikap ulet dan gigih dalam berkompetensi, beradaptasi dengan lingkungan, dan mengembangkan sikap sportifitas.

7.      Menciptakaniklimlingkungansekolah yang aman, bersih, sehat, rapi, danindah.

 

C.    Tujuan Sekolah

1.      Tujuan Sekolah

Tujuan sekolah adalah suatu capaian tujuan jangka menengah dalam kurun waktu 4 (empat) tahun (2018/2019-2021/2022) terdiri dari:

1.1.      Pada Tahun Pelajaran 2021/2022 rata-rata KKM kelompok mata pelajaran IPA mencapai Minimal 80.

1.2.      Pada Tahun Pelajaran 2021/2022 hasil UN mencapai Minimal 7,5.

1.3.      Pada Tahun Pelajaran 2021/2022 tercapai tingkat kelulusan siswa 100%.

1.4.      Peserta didik berperilaku sopan, jujur, disiplin, penuh dedikasi dan tanggungjawab.

1.5.      Peserta didik memiliki kesadaran menjalankan kewajiban beribadah sesuai dengan agama yang diyakini.

1.6.      Perseta didik memiliki kepedulian untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman, bersih, sehat, rapi, danindah.

1.7.      Peserta didik memiliki solidaritas untuk menciptakan iklim hubungan social yang harmonis.

 

D.    Tujuan Situasional/Sasaran Sekolah

Tujuan situasional/sasaran adalah suatu capaian tujuan jangka pendek dalam kurun waktu 1 (Satu) Tahun (2021/2022) terdiridari:

1.2        Rata-rata KKM kelompok mata pelajaran IPA mencapai Minimal 70

1.3        Rata-rata KKM kelompok mata pelajaran IPS mencapai Minimal 75

1.4        Rata-rata hasil UN mencapai minimal 70

1.5        Tercapai tingkat kelulusan siswa 100 %

1.6        Proporsi jumlah lulusan yang melanjutkan dan diterima di Perguruan Tinggi Negeri minimal 25%

1.7        Mampu menjadi finalis dalam lomba Karya TulisI lmiah Remaja (KIR) di tingkat Kabupaten

1.8        Mampu menjadi finalis dalam lomba pengembangan bakat minat dan keahlian di tingkat Kabupaten.

 

1.      Tujuan Sekolah 4 Tahun ke Depan

 

Standar Pendidikan

Keadaan Sekolah saat ini

(Tahun 2018)

Tujuan Sekolah

(tahun 2022)

1.      Standar Isi

Sekolah kami sudah  mempunyai Tim Pengembang Kurikulum

Kegiatan penyusunan kurikulum  melibatkan komite Sekolah, dan nara sumber, serta pihak lain yang terkait.

Sekolah menyusun kurikulum yang direviu (revisi) setiap tahun dan kemudian disahkan oleh kasi Penma dan disosialisasikan kepada para pemangku kepentingan.

Kurikulum muatan lokal dan pengembangan diri Sekolah kami mempertimbangkan kebutuhan daerah dan peserta didik

 

Kurikulum yang ada di Sekolah memiliki lebih disesuaikan dengan  kebutuhan daerah, kebutuhan peserta didik,  dan disosialisasikan kepada Sekolah lain agar dijadikan rujukan.

Sebanyak 19 dari 21 guru mengalokasikan waktu untuk program remedial dan pengayaan.

Semua guru Sekolah memiliki mengalokasikan waktu yang cukup untuk melaksanakan program remedial dan pengayaan.

 

Layanan bimbingan dilakukan oleh guru kelas berdasar kasus per kasus

 

Sekolah belum memberikan layanan dan bimbingan  secara teratur dan berkesinambungan  yang terprogram dengan jelas maupun berdasarkan kasus per kasus sesuai kebutuhan peserta didik

Kegiatan ekstra kurikuler diorganisasikan / diprogram dalam bentuk jadwal ekstra kurikuler.

Sekolah melibatkan masyarakat dalam pengembangan ekstra kurikuler, dinilai perkembangannya, dan dilaporkan kepada pemangku kepentingan

Belum memiliki jurnal ekstra kurikuler

Memiliki Jurnal kegiatan ekstra kurikuler Sekolah secara lengkap

2.      Standar Proses

Silabus di Sekolah kami sudah sesuai dengan Strandar Isi.

Sekolah memiliki silabus  yang sudah direvisi

Sebanyak 16 dari 21 guru di Sekolah mengembangkan silabus  secara mandiri/kelompok

Sekolah memiliki RPP semua mata pelajaran dan semua jenjang kelas

Sebanyak 16 dari 21 orang guru Sekolah kami sudah menerapkan pendekatan PAIKEM  

Semua  guru menerapkan pembelajaran PAIKEM              

Sebanyak 16 dari 21 guru di Sekolah memaanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar

Semua guru memaanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar

Siswa belum memanfaatkan Perpustakaan sebagai sumber belajar

Siswa memiliki memanfaatka  sumber belajar di perpustakaan Sekolah yang mudah dipinjam dan dipakai di luar Sekolah dalam kurun waktu tidak lebih dari satu minggu dan dapat diperpanjang.  

Kepala Sekolah menentukan buku teks yang digunanakan/dibeli peserta didik

Penentuan buku teks berdasar hasil rapat yang dihadiri Kepala Sekolah, para guru, pengurus Komite dan perwakilan orang tua.

Guru-guru di Sekolah kami sudah melaksanakan eksplorasi, elaborasi dan konfirmasi sebanyak 16 dari 21 guru

Sekolah memiliki memfasilitasi guru-guru agar memberikan kesempatan pada peserta didik untuk melakukan ekplorasi dan elaborasi, serta mendapatkan konfirmasi di setiap proses pembelajaran

 

Supervisi dilaksanakan  satu kali pada tahun pelajaran yang lalu

Sekolah memiliki meningkatkan penyusunan dan pelaksanaan program supervisi dan evaluasi proses pembelajaran yang dilaksanakan oleh Kepala Sekolah

 

3.      Standar Kompetensi Lulusan

Perolehan  nilai rata-rata UN:

Bhs Indonesia     :  6,05

Matematika         :  4,00

Ilmu Pengetahuan Alam :  3,75

Perolehan  nilai rata-rata UN :

Bhs Indonesia :  79

Matematika      :  82

Ilmu Pengetahuan Alam :  80

Pembelajaran belum pernah mengundang nara sumber

Terlaksananya pembelajaran yg mengundang beberapa nara sumber

Belum menanam pohon sekitar Sekolah untuk penghijauan

Terlaksananya penanaman pohon di sekitar halaman Sekolah sebanyak 100 Pohon

Sekolah sudah melaksanakan ekstra English Club

Mengembangkan  ekstra English Club

Sekolah sudah melaksanakan ekstra Pramuka dan PMR , namun memiliki ditingkatkan

Terlaksananya ekstra kurikuler pramuka untuk siswa kelas X - XII

Sekolah belum pernah melakukan lomba menulis berbahasa Indonesia dan bahasa Inggris

Terlaksananya lomba  menulis bahasa Indonesia dan bahasa Inggris

Sekolah belum pernah mengadakan lomba bercerita dalam bahasa Inggris,

Terlaksananya lomba bercerita dalam bahasa Indonesia, Inggris.

Sekolah belum melaksanakan ekstra Biologi club

Terlaksananya ekstra biologi club

Sekolah belum melaksanakan ekstra Matematik Club

Melaksanakan ekstra Math Club

Sekolah belum pernah juara harapan olimpiade biologi

Diperolehnya beberapa kejuaraan dalam mengikuti berbagai olimpiade

Sekolahsudah pernah melakukan perpisahan secara resmi di gedung pertemuan

Terlaksananya perpisahan siswa Kelas IX dan mengadakan Lomba

Sekolah belum pernah melakukan peringatan hari Pahlawan tanggal 10 November

Terlaksananya peringatan hari Pahlawan 10 November

Sekolah belum pernah melakukan peringatan hari Ibu tanggal 22 Desember

Terlaksananya peringatan hari ibu

Sekolah belum pernah melakukan pameran produk hasil karya siswa

Terlaksananya pameran produk karya siswa dan penampilan bakat

Sekolah sudah  melakukan penerimaan murid baru, namun memiliki ditingkatkan kualitas dan kuantitasnya

Memiliki peserta didik kelas X (baru) yang memenuhi kualifikasi (90 Orang)

4.      Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan

Sebanyak 16 dari 21 orang guru Sekolahkami, sudah memenuhi kualifikasi akademik S1/D4

Semua guru yang memenuhi kualifikasi akademik (S1 / D4), (sebanyak 15 orang)

Guru Sekolah kami yang mengikuti pelatihan implementasi kurikulum 2013 (15 Orang)

Semua guru sudah mengikuti pelatihan implementasi kurikulum 2013 (21  orang)

Sebagian guru memiliki kemampuan berbahasa Inggris, memiliki ditingkatkan

Jumlah guru yang mengikuti pelatihan/kursus bahasa Inggris (2 orang dari 21 orang)

14 dari 21 Guru  yang belum memiliki sertifikat pendidik profesional

Semua guru sudah ikut sertifikasi profesi (21 orang)

Sekolah baru memiliki 5 tenaga kependidikan, yaitu Tata Usaha 4 dan Pustakawan 1.

Jumlah tenaga kependidikan sesuai kualifikasi (TU, Pustakawan, Laboran, UKS)

5.      Standar Sarana dan Prasarana

Memiliki ruang guru  yang  sudah memenuhi standar,  luasnya 64 m2. 

Memiliki ruang guru  yang  memenuhi standar,  luasnya hanya 64 m2 dan lengkap fasilitasnya.

 

Sekolah kami belum memiliki bak cuci tangan yang diletakkan di halaman masing-masing kelas

Memiliki  tempat cuci tangan di depan /halaman kelas sebanyak 6 buah

Sekolah kami memiliki 5 LCD proyektor yang digunakan di ruang guru.

Memiliki 7 LCD proyektor sebagai sarana pembelajaran

Sekolah kami belum memiliki catatan kesehatan peserta didik

Memiliki  buku catatan kesehatan peserta didik untuk semua kelas (ada 6 kelas)

 

Sekolah memiliki tempat sampah di jamban sebanyak 5 buah

Memiliki tempat sampah di setiap jamban

(sebanyak 8 jamban)

Sekolah belum memilki  lemari/rak di ruang kelas 

Memiliki  lemari atau rak di setiap ruang kelas ( sebanyak 6 kelas)

Sekolah belum memiliki sarana atletik

Memiliki sarana senam dan atletik masing-masing 1 set

Sekolah memiliki sarana Musholla kecil berukuran 138 m2

Memiliki Ruang musholla dengan ukuran 8 x 12 m di sebelah timur Sekolah

Sekolah Memiliki Sarana Kesenian Berupa 1 Set alat musik

Memiliki alat olah raga dan kesenian

Sekolah belum memiliki lab Fisika dan Biologi

Memiliki Lab dan sarana Lab. Fisika dan Biologi sesuai standar

Sekolah memiliki koleksi buku perpustakaan sebanyak 2000 judul

Jumlah koleksi  buku perpustakaan 5000 judul

Sekolah memiliki beberapa  judul literatur berbahasa Inggris yang ada di Perpustakaan

Jumlah koleksi  buku perpustakaan yang berbahasa Inggris 120 judul

Sekolah belum pernah membuat worksheet sebagai salah satu sumber belajar yang dikembangkan oleh pendidik

Memiliki worksheet sebagai salah satu sumber pembelajaran

Sekolah belum memelihara printer yang dimiliki

Perbaikan printer

 

Ruag kelas belum di cat secara berkala

Semua ruang kelas di cat ulang secara berkala

6.      Standar Pengelolaan

Visi dan misi yang dimiliki Sekolah belum memiliki indikator

Misi dikembangkan visi Sekolahmelalui indikator visi

RKS Sekolah kami masih mencontoh dari Sekolah lain dan belum sesuai kondisi nyata

Memiliki RKS  periode 2014-2017

RKS Sekolah belum disosialisasikan kepada pemangku kepentingan

Sekolah mensosialisakan visi misi dan program Sekolahkepada pemangku kepentingan

RKS dan RKT belum disetujui oleh dewan guru dan komite

RKS dan RKT disetujui oleh dewan guru dan komite Sekolah

Sekolah belum melakukan evaluasi kinerja Sekolah

Evaluasi kinerja Sekolah untuk meningkatnya hasil belajar siswa secara berkelanjutan

Sekolah belum memiliki system informasi manajemen

Memiliki  Sistem Informasi Manajemen untuk meningkatkan administrasi pendidikan yang efektif, efisien dan akuntabel

Sekolah belum pemiliki program peningkatan profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan

Peningkatan profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan

Sekolah belum melakukan penilaian kepada pendidik dan tenaga kependidikan dalam bentuk rapor guru/karyawan

Menilai kinerja pendidik melalui hasil raport semesteran

Sekolah belum melakukan program bersama masyarakat

Terlaksananya program kegiatan bersama dengan masyarakat

Sekolah melakukan pertemuan dengan orang tua saat pembagian rapor

Terlaksananya pertemuan dengan orang tua siswa sebanyak 2 kali dalam satu tahun

 

Komite Sekolah belum pernah mangadakan kegiatan atas inisiatif sendiri

Terlaksananya kegiatan komite Sekolah untuk mendukung kegiatan Sekolah

7.      Standar Pembiayaan

Sekolah belum memiliki donator dari alumni

Memiliki donatur tetap dari alumni sebanyak 10 Orang

Sekolah belum melakukan subsidi silang untuk siswa kurang mampu

Terlaksananya subsidi silang untuk siswa kurang mampu

Sekolah belum mengalokasikan premi untuk asuransi pensiun guru dan karyawan

Terlaksananya pembayaran premi asuransi pensiun guru dan karyawan tetap

Standar Penilaian

Sebanyak 19 dari 21 orang pendidik sudah menyusun KKM , dan instrumen penilaian

Semua guru menyusun instrument penilaian dan KKM

Sebanyak 19 dari 21 orang pendidik menginformasikan indicator dan KKM dan waktu penilaian kepada peserta didik di awal semester

Semua pendidik menginformasikan indikator dan KKM dan waktu penilaian kepada peserta didik di awal semester

Semua pendidik sudah melakukan ulangan harian, Ulangan tengah emester, Ulangan Akhir semester, Ulangan Kenaikan, dengan menggunakan berbagai jenis

Terlaksananya ulangan akhir harian oleh semua pendidik

Terlaksananya ulangan tengah semester semester

Terlaksananya ulangan kenaikan kelas

Terlaksananya Ujian Sekolah

Terlaksananya Ujian Nasional

 

 

 

 

 

 

 

 


2.      Tantangan Sekolah

Keadaan Sekolahsaat ini

(Tahun 20I8)

Tujuan Sekolah

(tahun 2022)

Tantangan Sekolah

1.      STANDAR ISI

Sekolah kami sudah  mempunyai Tim Pengembang Kurikulum

Kegiatan penyusunan kurikulum  melibatkan komite Sekolah, dan nara sumber, serta pihak lain yang terkait.

Sekolah memiliki menyusun kurikulum yang direviu (revisi) setiap tahun dan kemudian disahkan oleh kasi Penmad dan disosialisasikan kepada para pemangku kepentingan.

Kurikulum Sekolah yang semula tidak direvisi setiap tahun, meningkat menjadi direvisi setiap tahun dan dibuktikan dengan berita acara revisi

Kurikulum muatan lokal dan pengembangan diri Sekolah kami mempertimbangkan kebutuhan daerah dan peserta didik

 

Kurikulum yang ada di Sekolah memiliki lebih disesuaikan dengan  kebutuhan daerah, kebutuhan peserta didik,  dan kebutuhan pembelajaran untuk semua mata pelajaran dan disosialisasikan kepada Sekolahlain agar dijadikan rujukan.

Kurikulum muatan lokal yang semua  kurang memperhatikan, meningkat sangat memperhatikan kebutuhan daerah, kebutuhan peserta didik, dan kebutuhan semua mata pelajaran serta disosialisasikan kepada Sekolah lain

Sebanyak 19 dari 21 guru mengalokasikan waktu untuk program remedial dan pengayaan.

Semua guru Sekolah memiliki alokasi waktu yang cukup untuk melaksanakan program remedial dan pengayaan.

Jumlah guru yang mengalokaasikan waktu untuk menyusun program remidi yang semula 20 orang meningkat menjadi 21 orang atau semua guru

Layanan bimbingan dilakukan oleh guru kelas berdasar kasus per kasus

 

Sekolah belum memberikan layanan dan bimbingan  secara teratur dan berkesinambungan  yang terprogram dengan jelas maupun berdasarkan kasus per kasus sesuai kebutuhan peserta didik

Layanan bimbingan yang semula berdasar kasus perkasus meningkat menjadi layanan bimbingan yang teratur dan terprogram dengan jelas berdasar kebutuhan peserta didik.

Kegiatan ekstra kurikuler diorganisasikan / diprogram dalam bentuk jadwal ekstra kurikuler.

Sekolah melibatkan masyarakat dalam pengembangan ekstra kurikuler, dinilai perkembangannya, dan dilaporkan kepada pemangku kepentingan

Kegiatan ekstra kurikulum yang hanya diorganisasikan Sekolah, ditingkatkan dengan melibatkan komite Sekolah, dan dinilain perkembangannya serta dilaporkan kepada pemangku kepentingan.

Belum memiliki jurnal ekstra kurikuler

Memiliki Jurnal kegiatan ekstra kurikuler Sekolah secara lengkap

Eksta kurikuler yang semula hanya dilaksanakan saja ditingkatkan dengan setiap pembina mengisi jurnal kegiatan ekstra kurikuler.

2.      STANDAR PROSES

Silabus di Sekolah kami sudah sesuai dengan Strandar Isi.

 

Sekolah memiliki silabus  yang sudah direvisi

Silabus Sekolah yang semula tidak direvisi, ditingkatkan menjadi direvisi setiap tahun dilengkapi pengisian instrumen analisis silabus.

Sebanyak 16 dari 21  guru di Sekolah mengembangkan silabus  secara mandiri/kelompok

Sekolah memiliki RPP semua mata pelajaran dan semua jenjang kelas

Guru-guru Sekolahyang menyusun RPP dari 21 orang lebih menyempurnakan penyusunannya 

Sebanyak 16 dari 21 orang guru Sekolahkami sudah menerapkan pendekatan PAIKEM  

Semua  guru menerapkan pembelajaran PAIKEM              

Guru-guru Sekolah yang menerapkan pendekatan PAIKEM lebih berkembang lagi

Sebanyak 16 dari 21 guru di Sekolahmemaanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar

Semua guru memaanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar

Guru-guru Sekolahyang memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar untuk lebih kreatif lagi.

Siswa belum memanfaatkan Perpustakaan sebagai sumber belajar

Siswa memiliki memanfaatkan  sumber belajar diperpustakaan Sekolah yang mudah dipinjam dan dipakai di luar Sekolah dalam kurun waktu tidak lebih dari satu minggu dan dapat diperpanjang.  

Siswa yang hanya menggunakan buku pribadi sebagai sumber belajar, meningkat memanfaatkan buku-buku perpustakaan sebagai sumber belajar dengan cara meminjam kurang dari 1 minggu dan dapat diperpanjang

Kepala Sekolah menentukan buku teks yang digunanakan/dibeli peserta didik

Penentuan buku teks berdasar hasil rapat yang dihadiri Kepala Sekolah, para guru, pengurus Komite dan perwakilan orang tua.

Penentukan buku teks yang digunakan peserta didik yang semula ditentukan Kepala Sekolah meningkat ditentukan berdasar keputusan rapat yang dihadiri Kepala Sekolah, para guru, pengurus Komite dan perwakilan orang tua

Guru-guru di Sekolah kami sudah melaksanakan eksplorasi, elaborasi dan konfirmasi sebanyak 16 dari 21 guru

Sekolah memfasilitasi guru-guru agar memberikan kesempatan pada peserta didik untuk melakukan ekplorasi dan elaborasi, serta mendapatkan konfirmasi di setiap proses pembelajaran

Jumlah guru yang melaksanakan pembelajaran yang memuat eksplorasi, elaborasi dan konfirmasi untuk lebih ditingkatkan lagi.

Supervisi dilaksanakan  satu kali pada tahun pelajaran yang lalu

Sekolahmemiliki meningkatkan penyusunan dan pelaksanaan program supervisi dan evaluasi proses pembelajaran yang dilaksanakan oleh Kepala Sekolah

Pelaksanaan supervisi akademik ditingkatkan dari yang semula satu kali dalam satu tahun menjadi minimal 2 kali dalam 1 semester disertasi program dan tindak lanjut hasil supervise

3.      STANDAR KOMPETENSI LULUSAN

Perolehan  nilai rata-rata UN:

Bhs Indonesia     :  7, 51

Matematika         :  7, 51

Ilmu Pengetahuan Alam :  71, 44

Perolehan  nilai rata-rata UN :

Bhs Indonesia :  8,59

Matematika      :  8,00

 

Peroleh nilai rata-rata UN untuk :

Bhs Indonesia meningkat 1,08 dari 7,51 menjadi 8,59.

Matematika meningkat 0,49 dari 7,51 menjadi 8,00

Belum menanam pohon sekitar Sekolahuntuk penghijauan

Terlaksananya penanaman pohon di sekitar halaman Sekolahsebanyak 25 Pohon

Penanaman pohon di sekitar Sekolahyang semula belum pernah meningkat menanam 100 pohon untuk penghijauan.

SekolahSudah  melaksanakan ekstra English Club

Terlaksananya ekstra english club

Ekstra English Club yang semula belum ada meningkat menjadi ada dan dilaksanakan secara efektif.

Sekolahsudah melaksanakan ekstra Pramuka, namun perlu ditingkatkan

Terlaksananya ekstra kurikuler pramuka untuk siswa kelas X - XII

Ekstra kurikuler Pramuka yang sudah dilaksanakan ditinngkan kualitas layanannya untuk mengembangkan kompetensi kepemimpinan peserta didik.

Sekolah belum pernah melakukan lomba menulis berbahasa Indonesia dan bahasa Inggris

Terlaksananya lomba  menulis bahasa Indonesia dan bahasa Inggris

Lomba menulis berbahasa Indonesia dan berbahasa Inggris yang semula tidak ada meningkat diadakan secara efektif untuk mengembangkan kompetensi menulis.

Sekolah belum pernah mengadakan lomba bercerita dalam bahasa Inggris

Terlaksananya lomba bercerita dalam bahasa Indonesia, Inggris

Lomba bercerita dalam bahasa Indonesia, Inggris, Arab dan semula tidak ada meningkat diadakan secara efektif untuk mengembangkan kompetensi bercerita

Sekolah belum melaksanakan ekstra Biologi club

Terlaksananya ekstra biologi club

Ekstra biologi club yang semula tidak ada meningkat dilaksanakan secara efektif

Sekolahbelum melaksanakan ekstra Matematik Club

Melaksanakan ekstra Math Club

Ekstra Mathematic club yang semula tidak ada meningkat dilaksanakan secara efektif

Sekolah belum pernah juara harapan olimpiade biologi

Diperolehnya beberapa kejuaraan dalam mengikuti berbagai olimpiade

Sekolah yang semula memperoleh juara harapan pada olimpiade biologi meningkat menjadi juara 1 tingkat Kabupaten

Sekolahbelum pernah melakukan perpisahan secara resmi di gedung pertemuan

Terlaksananya perpisahan siswa kelas XII dan pentas seni

Perspisahan resmi siswa kelas XII yang semula tidak dilaksakan ditingkatkan dengan melaksanakan perpisahan resmi model wisuda

Sekolah belum pernah melakukan peringatan hari Pahlawan tanggal 10 November

Terlaksananya peringatan hari Pahlawan 10 November

Peringatan Hari Pahlawan tanggal 10 November yang dilaksanakan secara sederhana ditingkatkan lebih meriah

Sekolah belum pernah melakukan peringatan hari Ibu tanggal 22 Desember

Terlaksananya peringatan hari ibu

Peringatan Hari Ibu tanggal 22 Desember yang dilaksanakan secara sederhana ditingkatkan lebih meriah

Sekolah belum pernah melakukan pameran produk hasil karya siswa

Terlaksananya pameran produk karya siswa dan penampilan bakat

Pameran Produk siswa yang semula belum pernah, ditingkatkan dengan melaksanakan pameran produk karya siswa dan penampilan bakat

Sekolah sudah  melakukan penerimaan murid baru, namun memiliki ditingkatkan kualitas dan kuantitasnya

Memiliki peserta didik kelas 1 (baru) yang memenuhi kualifikasi

Pelaksanaan penerimaan peserta didik baru dilaksanakan setiap tahun dan kualitas layanan kepada calon selalu ditingkatkan

4.      STANDAR PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN

Sebanyak 15 orang guru Sekolahkami, sudah memenuhi kualifikasi akademik S1/D4

Semua guru yang memenuhi kualifikasi akademik (S1 / D4), (sebanyak 10 orang)

Guru Sekolah yang memenuhi kualifikasi akademik mengalami peningkatan 2 orang dari yang semula 19 orang menjadi 15 orang yang S1

Guru Sekolah kami yang mengikuti pelatihan implementasi kurikulum 2013 ada 15 orang

Semua guru sudah mengikuti pelatihan implementasi kurikulum 2013 (10  orang)

Guru Sekolah yang mengikuti pelatihan implementasi kurikulum 2013 mengalami peningkatan dari 15 orang menjadi 21 orang

Semua guru memiliki kemampuan berbahasa Inggris masih rendah, memiliki ditingkatkan

Jumlah guru yang mengikuti pelatihan/kursus bahasa Inggris (1 orang)

Guru yang memiliki kemampuan berahasa Inggris aktif mengalami peningkatan 8 orang, yaitu dari 0 orang menjadi 8 orang

4 dari 15 guru Belum memiliki sertifikat pendidik professional

Semua Guru sudah mengikuti sertifikasi guru yaitu 10 Guru

Semua Guru sudah mengikuti sertifikasi guru yaitu 21 Guru

Sekolah baru memiliki 5 tenaga kependidikan, yaitu Tata Usaha, Pustakawan, UKS

Jumlah tenaga kependidikan sesuai kualifikasi (TU, Pustakawan, UKS)

Jumlah tenaga kependidikan mengalami peningkatan dari 5 orang menjadi 7 orang

5.      STANDAR SARANA DAN PRASARANA

Memiliki ruang guru  yang  memenuhi standar,  luasnya 64 m2. 

Memiliki ruang guru  yang  memenuhi standar luasnya  64 m2 dan memilikik fasilitas lengkap.

Terpenuhinya fasilitas ruang guru

Sekolah kami belum memiliki bak cuci tangan yang diletakkan di halaman masing-masing kelas

Memiliki  tempat cuci tangan di depan /halaman kelas sebanyak 6 buah

Jumlah bak cuci tangan di depan halaman kelas meningkat 6 buah dari 0 buah menjadi 6 buah

Sekolah kami memiliki 5 LCD proyektor yang digunakan di ruang guru.

Memiliki 7 LCD proyektor sebagai sarana pembelajaran

Jumlah LCD proyektor meningkat 2 unit yaitu dari 5 unit menjadi 7 unit.

Sekolah kami belum memiliki catatan kesehatan peserta didik

Memiliki  buku catatan kesehatan peserta didik untuk semua kelas (ada 6 kelas)

Catatan kesehatan peserta didik  mengalami peningkatan dari tidak punya menjadi memiliki semua untuk 6 kelas

Sekolah memiliki tempat sampah di jamban sebanyak 5 buah

Memiliki tempat sampah di setiap jamban

(sebanyak 6 jamban)

Jumlah tempat sampah di jamban meningkat 4 buah dari 5 menjadi 9 buah

Sekolah belum memilki 6 lemari/rak di ruang kelas 

Memiliki  lemari atau rak di setiap ruang kelas ( sebanyak 6 kelas)

Jumlah lemari/rak di ruang kelas meningkat, dari yang tidak ada  menjadi 6

Sekolah belum memiliki sarana atletik

Memiliki sarana senam dan atletik masing-masing 1 set

Sarana atletik yang dimiliki mengalami peningkatan dari semula tidak punya menjadi memiliki sesuai kebutuhan

Sekolah memiliki sarana Musholla kecil berukuran 138 m2

Memiliki Ruang musholla dengan ukuran 138 m2 di sebelah timur Sekolah

Ruang musholla mengalami peningkatan yang semula hanya 138 m2 menjadi 150 m2.

Sekolah memiliki sarana kesenian berupa 1 set  alat musik

Memiliki alat olahraga dan kesenian

Sarana kesenian mengalami peningkatan yang semula hanyak memiliki 1 set menjadi 80% alat kesenian dan olah raga

Sekolah belum memiliki lab Fisika dan Biologi dan sarananya

Memiliki lab Fisika dan Biologi  dan sarana sesuai standar

Sarana lab IPA meningkat  90% dari 10% sarana yang dimiliki menjadi 100% atau sesuai standar nasional

Sekolah memiliki koleksi buku perpustakaan sebanyak 2000 judul

Jumlah koleksi  buku perpustakaan 5000 judul

Jumlah koleksi buku perpustakaan naik lebih banyak  judul, dari sebelumnya menjadi 1000 judul.

Sekolah belum memiliki  judul literatur berbahasa Inggris yang ada di Perpustakaan

Jumlah koleksi  buku perpustakaan yang berbahasa Inggris 120 judul

Jumlah koleksi buku perpustakaan yang berbahasa Inggris mengalami peningkatan 100 judul dari 20 menjadi 120 judul

Sekolah belum pernah membuat worksheet sebagai salah satu sumber belajar yang dikembangkan oleh pendidik

Memiliki worksheet sebagai salah satu sumber pembelajaran

Jumlah worksheet sebagai salah satu sumber belajar yang semula belum ada, meningkat menjadi memiliki

Sekolah belum memelihara printer yang dimiliki

Perbaikan printer

Perbaikan printer meningkat dalam perawatannya

Ruag kelas yang sudah di cat ulang baru kelas X

Semua ruang kelas di cat ulang secara berkala

Jumlah ruang kelas yang di cat ulang yang semula baru kelas X meningkat seluruh ruang kelas sudah di cat secara berkala

6.      STANDAR PENGELOLAAN

Visi dan misi yang dimiliki Sekolahbelum memiliki indicator

Misi dikembangkan visi Sekolah melalui indikator visi

Pengembangan misi Sekolahmengalami peningkatan dalam kualitas, yaitu dikembangkan dari indicator visi

RKS  kami masih mencontoh dari Sekolah lain dan belum sesuai kondisi nyata

Memiliki RKS  periode 2015-2017

RKS  yang dimiliki Sekolah meningkat secara kualitas dari yang semula mencontoh dari Sekolah lain, menjadi dikembangkan oleh tim pengembang Sekolah.

RKS  belum disosialisasikan kepada pemangku kepentingan

Disosialisakannya visi misi dan program Sekolah kepada pemangku kepentingan

Sosialisasi RKS mengalami peningkatan secara kualitas, semula tidak dilakukan menjadi dilakukan sosialisasi kepada pemangku kepentingan.

RKS dan RKT belum disetujui oleh dewan guru dan komite

RKS dan RKT disetujui oleh dewan guru dan komite Sekolah

Persetujuan RKS dan RKT meningkat secara kualitas, semula tanpa persetujuan menjadi disetujui oleh dewan guru dan komite Sekolah

Sekolah belum melakukan evaluasi kinerja Sekolah

Evaluasi kinerja Sekolah untuk meningkatnya hasil belajar siswa secara berkelanjutan

Evaluasi kinerja Sekolahmeningkat secara kualitas dari yang semula tidak dilakukan evaluasi kinerja Sekolahmenjadi dilakukan secara berkelanjutan

Sekolah belum memiliki system informasi manajemen

Memiliki  Sistem Informasi Manajemen untuk meningkatkan administrasi pendidikan yang efektif, efisien dan akuntabel

Sistem informasi manajemen mengalami peningkatan secara kualitas, dari tidak dilakukan menjadi dilakukan secara berkelanjutn untuk meningkatkan administrasi pendidikan yang efektif, efesien dan akutabel.

Sekolah belum pemiliki program peningkatan profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan

Peningkatan profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan

Pembinaan profesionalisme pendidik mengalami peningkatan secara kualitas dari yang semula tanpa program, menjadi terprogram dan dievaluasi berkelanjutan.

Sekolah belum melakukan penilaian kepada pendidik dan tenaga kependidikan dalam bentuk rapor guru/karyawan

Menilai kinerja pendidik melalui hasil raport semesteran

Penilaian kinerja pendidik dan tenaga kependidikan mengalami peningkatan secara kualitas, semula tanpa rapor guru dan karyawan menjadi dinilai kinerjanya dalam bentuk rapor guru dan karyawan.

Sekolah belum melakukan program bersama masyarakat

Terlaksananya program kegiatan bersama dengan masyarakat

Program kegiatan bersama masyarakat mengalami peningkatan secara kualitas semua belum ada menjadi ada dan dilakukan secara berkala

Sekolah melakukan pertemuan dengan orang tua saat pembagian rapor

Terlaksananya pertemuan dengan orang tua siswa sebanyak 4 kali dalam satu tahun

Pertemuan dengan orang tua mengalami peningkatan secara kuantitas dan kualitas yaitu minimal 4 kali dalam 1 tahun

Komite Sekolah belum pernah mangadakan kegiatan atas inisiatif sendiri

Terlaksananya kegiatan komite Sekolahuntuk mendukung kegiatan Sekolah

Kegiatan komite mengalami peningkatan secara kualitas dan kuantitas

7.      STANDAR PEMBIAYAAN

Sekolah belum memiliki donator dari alumni

Adanya donator dari alumni

Jumlah donator  alumni mengalami peningkatan 20 orang dari yang semula tidak memiliki

Sekolah belum melakukan subsidi silang untuk siswa kurang mampu

Terlaksananya subsidi silang untuk siswa kurang mampu

Subsidi silang yang dilakukan Sekolahmengalami peningkatan semula tidak ada menjadi ada subsidi silang

Sekolah belum mengalokasikan premi untuk asuransi pensiun guru dan karyawan

Terlaksananya pembayaran premi asuransi pensiun guru dan karyawan tetap

Asuransi untuk  pensiun guru dan karyawan mengalami peningkatan yang semula tidak ada menjadi ada

8.      STANDAR PENILAIAN

Sebanyak 16 dari 21 orang pendidik sudah menyusun KKM , dan instrumen penilaian

Semua guru menyusun instrument penilaian dan KKM

Jumlah guru yang menetapkan KKM dengan cara yang benar mengalami peningkatan yang semula hanya 16 orang menjadi 21 orang.

Sebanyak 16 dari 21 orang pendidik menginformasikan indikator dan KKM dan waktu penilaian kepada peserta didik di awal semester

Semua pendidik menginformasikan indicator dan KKM dan waktu penilaian kepada peserta didik di awal semester

Semua pendidik menginformasikan indicator dan KKM dan waktu penilaian kepada peserta didik di awal semester dan lebih memingkatkan lagi apa yang perlu dilaporkan kepada siswa

Semua pendidik sudah melakukan ulangan harian, Ulangan tengah emester, Ulangan Akhir semester, Ulangan Kenaikan, dengan menggunakan berbagai jenis

Terlaksananya ulangan tengah semester semester

Pelaksanaan ulangan tengah semester mengalami peningkatan secara kualitas

Terlaksananya ulangan akhir semester

Pelaksanaan ulangan akhir semester mengalami peningkatan secara kualitas

Terlaksananya ulangan kenaikan kelas

Pelaksanaan ulangan kenaikan kelas  mengalami peningkatan secara kualitas

Terlaksananya Ujian Sekolah

Pelaksanaan ujian Sekolahmengalami peningkatan secara kualitas

Terlaksananya Ujian Nasional

Pelaksanaan ujian nasioal mengalami peningkatan secara kualitas

 

 

 

 

 

 

 


3.      Sasaran Sekolah(Selama 4 Tahun)

STANDAR

SASARAN

Tahun I

Tahun II

Tahun III

Tahun IV

1.      ISI

 

Memiliki kurikulum  muatan lokal yang disesuaikan dengan kebutuhan dan karakter daerah

Terlaksananya program Remidial dan pengayaan setiap mata pelajaran

Memiliki program kegiatan BK setiap kelas

 

Memiliki peserta didik yang mengikuti ekstra kuler  berdasarkan minat dan bakat

 

Memiliki program kegiatan ekstrakuerikuler


Memiliki Jurnal kegiatan ekstra kurikuler Sekolahsecara lengkap

2.      PROSES 

 

 

 

Memiliki silabus  yang sudah direvisi

Memiliki RPP semua mata pelajaran dan semua jenjang kelas

Semua  guru menerapkan pembelajaran PAIKEM              

Guru memaanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar

 21 org

21 org

21 org 

21 org

Guru melaksanakan pembelajaran yang memuat eksplorasi, elaborasi dan konfirmasi

 

Guru  menyusun RPP sesuai dengan pendekatan PAIKEM/Saintifik

50%

70%

90%

100%

 

Terlaksananya supervisi guru minimal satu kali pada satu semester

3.      KOMPETENSI LULUSAN

 

Perolehan  nilai rata-rata UN :

Bhs Indonesia

Matematika